Penggunaan handout
dalam pembelajaran dapat memiliki beberapa fungsi. Seperti yang disampaikan
oleh Steffen dan Peter Ballstaedt dalam Prastowo (2013: 80) bahwa fungsi
handout antara lain adalah:
1) Bahan
rujukan.
Handout berisi materi
(baik baru maupun pedalaman) yang penting untuk diketahui dan dikuasai peserta
didik. Keuntungan lain adalah materi handout relatif baru sehingga peserta
didik dapat diekspose dengan isu mutakhir. Disamping itu, komunikasi antara
peserta didik dan fasilitator dapat dikembangkan melalui handout.
2) Pemberi
motivasi.
Melalui handout,
fasilitator dapat menyelipkan pesan-pesan sebagai motivator.
3) Pengingat.
Materi dalam handout
dapat digunakan sebagai pengingat yang dapat dimanfaatkan peserta didik untuk
mempelajari materi sesuai urutan yang dianjurkan dan juga membantu peserta
didik untuk melakukan kegiatan yang diminta.
4) Memberi
umpan balik.
Umpan balik dapat
diberikan dalam bentuk handout dan tidak berhenti hanya pemberian umpan balik
tetapi dapat pula diikuti dengan langkah-langkah berikutnya.
5) Menilai
hasil belajar.
Tes yang diberikan
dalam handout dapat dijadikan alat mekanisme untuk mengukur pencapaian hasil
belajar.
Berdasarkan
pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa handout dapat melengkapi kekurangan
materi, baik materi yang diberikan dalam buku teks maupun materi yang diberikan
secara lisan. Handout dapat berisi penjelasan singkat tentang suatu materi
bahasan, menjelaskan kaitan antar topik, memberi pertanyaan dan kegiatan pada
para pembacanya, dan juga dapat memberikan umpan balik dan langkah tindak
lanjut, dengan demikian siswa dapat memiliki pengetahuan yang lebih tinggi. Hal
ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizqiyah (2018:70) menyatakan
bahwa peserta didik yang diberikan handout memiliki pengetahuan yang lebih
tinggi dibandingkan sebelum diberikan handout.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar